Thursday, February 16, 2012

Di Singapura, Orang Miskin Tetap Sejahtera

foto
Kawasan Orchard Road, Singapura. TEMPO/ Adi Prasetya

TEMPO.COSingapura - Perdana Menteri Singapura Lee Hsien Loong menjelaskan mengenai kondisi masyarakat miskin di negerinya pada Jumat, 18 Februari 2012. "Orang miskin di Singapura tetap lebih beruntung dibandingkan dengan negara lain, sekalipun Amerika Serikat," ujarnya.

Pemerintah Singapura telah memastikan kesejahteraan masyarakatnya, baik dari segi ekonomi, pendidikan, dan kesehatan. "Hidup Anda tidak dimulai dari nol," kata Loong.

Tahun ini Loong menjanjikan bantuan perumahaan bagi keluarga yang berpendapatan rendah. Anggaran perumahan ia ajukan secara khusus di parlemen. Sebanyak 80 persen penduduk Singapura menghuni perumahan rakyat yang dibangun pemerintah.

Mayoritas orang yang menghuni perumahan rakyat juga memiliki apartemen. Jaminan yang didapat oleh orang miskin Singapura merupakan bukti keseriusan pemerintah untuk negara yang menjadi pusat ekonomi Asia itu. Pemerintah berhasil menekan laju kemiskinan di titik terendah.

CEO Relawan Nasional Singapura, Laurence Lien, menggambarkan tempat tinggal masyarakat miskin Singapura. "Memang benar, di sini tidak tergambar wajah kemiskinan," ujarnya.

Ia menambahkan, kondisi pemukiman rakyat miskin tidak mengerikan seperti gambaran perkampungan kumuh yang ada di negara-negara lain.

Selain itu, bantuan juga tersedia dalam bentuk pelayanan sosial, baik bagi individu maupun keluarga miskin yang rentan terhadap penyakit. Mereka yang membutuhkan dapat mengajukan permohonan untuk memperoleh bantuan kesehatan.

Data 2011 menunjukkan Singapura memiliki jumlah penduduk 4,8 juta jiwa. Pendapatan nasional per kapitanya US$ 41.430 atau setara dengan Rp 373 juta. Sedangkan tingkat pengangguran negara ini adalah 2 persen.

0 komentar:

Post a Comment

 
Pratama Master powered by blogger.com
Design by Simple Diamond and Pratama Master